I. PENGERTIAN KURIKULUM
Ditinjau dari asal katanya, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang mulu-mula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu kata currere, yang berarti jarak tempuh lari. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dari start sampai dengan finish, jarak dari start sampai dengan finishini disebut currere. Atas dasar tersebut kurikulum diterpkan dalam bidang pendidikan.
Kemudian para ahli kurikulum membuat macam-macam batasan tentang kurikulum tersebut, mulai dari pengertian tradisional sampai dengan pengertian modern, mulai dari pengertian yang simple (sederhana) sampai dengan pengertian yang kompleks. Setiap ahli memiliki versi batasan yang berbeda-beda.
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah. Kompetensi perlu dicapai secara tuntas (belajar tuntas). Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial- emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar.[1]
Kurikulum merupakan aktivitas dan kegiatan belajar yang direncanakan, diprogamkan bagi peserta didik di bawah bimbingan sekolah, baik di dalam maupun di luar sekolah. Atas dasar itu secara operasional kurikulum dapat didefinisikan sebagai:[2]
1. Suatu bahan tertulis yang berisi uraian tentang program pendidikan suatu sekolah yang dilaksanakan dari tahun ketahun.
2. Bahan tertulis yang dimaksudkan untuk digunakan oleh guru dalam melaksanakan pengajaran untuk siswa-siswanya.
3. Suatu usaha untuk menyampakan asas dan cirri terpenting dari suatu rencana pendidikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan guru disekolah.
4. Tujuan-tujuan pengajaran, pengalaman belajar, alat-alat belajar dan cara-cara penilaian yang direncanakan dan digunakan dalam pendidikan.
5. Suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujan pendidikan tertentu.[3]
II. PEMBAHASAN
Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Dewasa ini sesuai dengan perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju, seperti audio dan video cassette, overhead projector, film slide, dan motion film, mesin pengajaran, computer, CD-rom dan internet.
Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk, yaitu bentuk perangkat lunak dan perangkat keras. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat, sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga tenologi system.
Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat, lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknlogis untuk menunjang efisiensi dan efektvitas pendidikan. Kurikulumnya berisi rencana-recana penggunaan berbagai alat dan media, juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video, pengajaran berprogram, mesin pengajaran, pengajaran modul, Pengajaran dengan bantuan komputer, dan lain-lain.
Dalam arti teknologi system, teknlogi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan system. Program pengajaran ini bisa semata-mata program system, bisa program system yang ditunjang dengan alat dan media, dan juga program system yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran.
1. Beberapa ciri kurikulum teknlogis
Kurikulum yang dikembngkan dari knsep teknologi pendidikan, memiliki beberapa ciri khusus, yaitu:
a) Tujuan. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi\, yang dirumuskan dalam bentuk prilaku.
b) Metode. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang seebagai proses mereaksi terhadap perangsang- perangsang yang diberikan dari apabila terjadi reespons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah- langkah sebagai berikut.
1. Penegasan tujuan
2. Pelaksanaan pengajaran
3. Pengetahuan tentang hasil
c) Organisasi bahan ajar. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu, tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan suatu kompetensi. Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil, yang menggambarkan obyektif. Urutan dari obyektif-obyektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan.
d) Evaluasi. Kegiatan evaluasi dilakukan setiap saat pada akhir suatu pelajaran, suatu unit maupun semester. Fungsi evaluasi ini bermacam-macam, sebagai umpan balik bagi siswa dalam evaluasi formatif maupun evaluasi sumatif.
Pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan evektivitas. Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sample-sampel dari populasi yang sesuai, direvisi beberapa kali sampai standart yang diharapkan dapat dicapai. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model lain.
Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan, kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan. Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis, sintesis,evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif.
III. KONTRIBUSI KURIKULUM TEKNOLOGIS
Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa criteria, yaitu :
a. prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh pengembang kurikulum yang lain.
b. Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang dan hendaknya memberikan hasil yang sama.
Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi. Pengembangan dan pengembangan dan penggunanan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditunjukan pada penguasaan kompetensi tertentu.
Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerja sama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. Dipihak harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkaan biaya yang tidak sedikit.
Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat, perlu mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benar-benar diperlukan. Hal ini menyangkut pasaran. Kedua spesifikasi, diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan, baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaanya.
KESIMPULAN
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah. Kompetensi perlu dicapai secara tuntas (belajar tuntas). Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial- emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar.
Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk, yaitu bentuk perangkat lunak dan perangkat keras. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat, sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga tenologi system.
DAFTAR PUSTAKA
Subandiah. Pengembangan dan inovasi kurikulum. Jakarta : RajaGrafindo persada. 1996
Sukmadinata, nana Syaodih. Pengembangan Kurikulum : teori dan praktek. Bandung : Remaja rosdakarya. 1997


10.32
Akhmad Wakhidillah Agung P.
Posted in:
1 komentar:
Teknologis itu apa ?? kenapa tak ada penjelasannya
Posting Komentar